Sebut saja aku (NK), Seorang yang tak begitu dikenal oleh banyak orang, berusaha mengasingkan diri dari ruang lingkup kehidupan. yak memang, aku seorang introvert yang tak bisa hidup dengan orang banyak apalagi bisa terbuka pada orang lain. sifatku yang cuek, sombong ( kata orang), pendiam. namun, bagiku aku orang yg bisa mengeksplorasi karakter introvertku menjadi sebuah keharmonisan dalam menjalankan hidup.
Suatu ketika diantara banyak orang yg berada disekelilingku, ada seseorang yg datang dalam kehidupanku, sebut aja (Za). memberikan banyak warna dan cerita dalam hidupku, bagiku dia orang pertama yang mengenalku cukup dalam aku begitu nyaman dan terbuka kepada dia. yg awalnya sikapku yg cuek dan acuh ketika ada orang yg mendekatiku. tapi sama dia aku merasa berbeda. sikap dia hampir sama denganku memiliki karakter introvert.
Singkat cerita, kita menjalankan waktu bersama walau hanya sebatas digital. yak, tak ayal kalo kita bersamaan dalam lingkup kehidupan. kita berdua saling support dalam hal apapun. walau terkdang kita juga sering mengalami perdebatan sampai pertengkaran, namun pada akhirnya kita slalu baikan lagi. Sampai suatu waktu ada momentum yg membuatku begitu sakit dalam sikapnya. Dia selalu menolak ketika aku mengajaknya untuk bercengkrama atau mungkin blajar bersama dengan alasan harus ijin dulu sama kaka tingkat temen sekosannya. walaupun kita prnah jalan bersama hanya sebatas jalan saja, itupun hanya sebentar saja. Suatu ketika, temen dekatku membuat story dalam status whatshappnya mengajak untuk blajar bersama, dia (Za) seakan merespon dengan cepat ajakan dia, untuk ikut bljar bersama. walaupun disitu ada beberpa orng yg menemaninya. dia sempat bilang padaku untuk ikut bljar dengannya.
kalo anda berada diposisi saya gimana perasaan anda??
aku mengajak untuk duduk atau belajar bersama dia mengelak selalu tak bisa, tapi ketika teman dekatku mengajak dia merespon dengan cepat?
mungkin anda akan menjawab :
@ mungkin dia dekat dengan lu tuh hanya karena pengen tau tentang teman lu
@ mungkin karena lu dah membosankan
@ mungkin lu cuma dianggap sebatas angin lewat yg menjadi kedekatan dia dengan temen lu
@ mungkin karena lu terlalu bodoh, jadi mudah dimanfaatkan hahahah
hal tersebut juga yg sama tersirat dalam pikiranku, dan wajar saja bagiku untuk merasa cemburu dan mungkin berpikir berhenti dekat dengannya.
Tapi dia menyisakan begitu banyak hal dalam hidupku sehingga rasa sakit ini selalu menyelimuti hari-hariku. karena sikapku yg tak mudah untuk bisa terbuka kepada orang lain. tapi ketika aku mencoba bisa terbuka aku mendapatkan hal yang semacam ini :(
ibarat sebuah luka yg tergores dengan sebuah pisau tajam, tak akan sekejap bisa sembuh

إرسال تعليق